DIARY #1 - MARRIAGE LIFE

22 Juli 2017, resmi sudah jadi istri orang ! hehe
Kehidupan setelah nikah emang challenging banget, tapi seru banget juga!

Di usia 26 saya akhirnya mantap nikah sama kakak kelas genit dulu di kampus, Rian namanya :D
Nggak pakai lamar-lamaran yang so sweet, nanya-nanya "will you marry me" yang ada cuma bilang "Aku mau ke rumah ketemu ibu sama ayah, ya rencana lamaran Desemberlah, nikahnya Juli" dan saya hanya speechless dengernya sambil nggak kedip... hahaha ampun deh itu pemaksaan namanya, nanya ke anaknya aja belum mau apa engga, dan dengan PD-nya bilang "Anaknya mah gampang, yang penting ayah ibu-nya dulu" (iya sih.. haha ya mau-lah diajak nikah!)
Persiapannya hanya 6 bulan, nanti saya ceritain hectic-nya persiapan nikah disini.

AnnisAndrianWedding (22/7/17)
Sebenarnya sebelum menikah juga tantangannya luar biasa, dimana nggak hanya saya dan Rian yang nikah tapi juga mempersatukan 2 keluarga. Dua kepala yang disatukan aja kadang butuh kesabaran ekstra dan kerendahan hati untuk menahan ego, apalagi 2 keluarga bukan?
Dalam mempersiapkan pernikahan juga pasti banyak ujiannya, dan ujian masing-masing pasangan enggak selalu sama. Pernikahan adalah sunnah Rasullullah Shalallahu Alaihi Wassallam, menikah itu ibadah. Setan aja ganggu kalau kita sedang ibadah (shalat, puasa, dsb), menikah itu ibadah yang enaaak, kebayang kan gimana gak sukanya setan dan pasti lebih keukeuh lagi ngeganggunya saat kita sedang menuju kesana.
Pemikiran itu yang membuat saya "sadar" dan "waras" lagi setelah sebelumnya muncul ke-galau-an ke-galau-an saat persiapan nikah.
Walau kita disibukkan dengan perintilan seperti pemilihan vendor-vendor pernikahan, tetap jangan lupa tujuan inti dari menikah ini salah satunya adalah niat untuk beribadah kepada Allah.
Bersyukur sempat diskusi dengan salah satu guru ngaji Rian untuk persiapan pra-nikah. 
Ya, bukan hanya persiapan materi saja, tapi persiapan mental dan rohani juga utama.
Ciri nikah ibadah itu seperti apa sih, tanya saya.
  • Tentunya, tidak boleh meninggalkan ibadah (ditambah dengan yang sunnah juga)
  • Selalu banyak berdoa dan meminta doa, terlebih kepada ibu
  • Berbagi ketika punya rizki berlebih
  • Hindari hal-hal yang tidak disukai Allah 
Kurang lebih itu..

Ijab Kabul - AnnisAndrianWedding (22/7/17)


 Momen ijab kabul itu magical banget! Gimana tidak, saat tangan Ayah dan Rian sudah saling menggenggam dan mengucapkan "Saya Nikahkan..." dan "Saya Terima Nikahnya...", saat itu juga Rian sah jadi suami saya dan seluruh tanggung jawab Ayah atas saya berpindah kepada Rian.
Saya duduk terpisah dari meja akad, jadi saat momen itu cuma bisa lihat dari jauh dan diingatkan untuk selalu dzikir dan berdoa agar pernikahan ini diridhoi Allah, didoakan oleh para malaikat.

Sekarang sudah hampir 3 bulan setelah Akad. Rasanya.... ah! kenapa gak dari dulu nikahnya... wahaha
Memang banyak yang berubah setelah menikah. Tapi saya merasa banyak hal baik yang keluar saat menikah. Saya yang super keras kepala, jadi lebih melunak. Saya yang bangun agak siang, sekarang jadi lebih pagi. Saya yang kadang suka males, sekarang jadi lebih rajin. Hal kecil seperti setiap pagi menyiapkan baju dan teh untuk suami jadi hal yang menyenangkan bukan membebankan. Mungkin karena pada dasarnya sifat wanita itu "mengurus", jadi mungkin seneng sekarang ada yang diurus :D



Komentar

Postingan Populer